PUISI
Sesal Kata itu terus berdengung Di kepala tiada henti Mengapa begitu bodoh? Mengapa tak disadari? Bunga mulai bermekaran Berwarna merah lembut nan halus Kala musim semi berlalu singkat Kala salju datang tak diundang Baru kusadari Saat denting bel berteriak nyaring Saat semua burung terbang tinggi Mengepakkan sayapnya yang indah Menuju pulau tak dikenal Melambaikan tangan Sampai jumpa... Jika langit berkehendak

